Di sebuah rumah sederhana di Dusun Batu Belek, Desa Setuta, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, hidup seorang perempuan tua bernama Inaq Suarni.
Pagi itu, seperti hari-hari biasanya, ia hanya ingin menyiapkan sarapan. Ia merebus talas di dapur. Di tengah masakan, ia keluar sebentar untuk mencari kelapa. Tak pernah terlintas di benaknya bahwa beberapa menit kemudian, hidupnya akan berubah selamanya.
Saat kembali, api sudah membesar. Rumah yang selama bertahun-tahun menjadi tempat berteduh telah dilalap si jago merah. Ia hanya bisa menyaksikan kobaran api menghanguskan seluruh isi rumah, tanpa mampu menyelamatkan apa pun.
Uang Rp600.000, hasil jerih payahnya menjadi buruh tani, ikut habis terbakar. Bagi sebagian orang jumlah itu mungkin tidak besar, tetapi bagi Inaq Sumarni, itulah hasil keringat yang dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Atap rumah dari asbes yang selama ini menaungi dirinya pun runtuh dan hancur. Asbes itu dibelinya dari hasil menanam tembakau—bukan dari ratusan hektare lahan, melainkan dari hasil kerja keras mengurus sekitar 10 pohon tembakau. Bagi Inaq Sumarni, setiap lembar asbes adalah buah perjuangan yang tidak mudah.
Selama 25 tahun, Inaq Sumarni menjalani hidup tanpa suami yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Ia bertahan dengan segala keterbatasan, mengandalkan tenaganya sebagai buruh tani demi melanjutkan kehidupan dan membesarkan anak semata wayangnya.
Kini, cobaan itu kembali datang. Rumah yang menjadi satu-satunya tempat berlindung telah hilang. Persediaan makanan habis terbakar. Peralatan memasak, pakaian, hingga kebutuhan sehari-hari tak lagi tersisa.
Hari ini, Inaq Sumarni memulai hidup dari titik nol.
Di usia yang tidak lagi muda, ia membutuhkan uluran tangan kita. Bukan hanya untuk membangun kembali rumahnya, tetapi juga untuk mengembalikan harapan bahwa ia tidak sendiri menghadapi musibah ini.
Semoga Allah SWT mengganti setiap kehilangan dengan rezeki yang lebih baik, menguatkan hati Inaq Sumarni, dan menggerakkan hati kita semua untuk saling membantu.
Karena bagi mereka yang kehilangan segalanya, sekecil apa pun bantuan yang kita berikan dapat menjadi awal dari bangkitnya sebuah kehidupan.
Bantu Inaq Suarni Bangkit Kembali
Di sebuah rumah sederhana di Dusun Batu Belek, Desa Setuta, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, hidup seorang perempuan tua bernama Inaq Suarni.
Rumah satu-satunya tempat ia berlindung kini telah hangus dilalap si jago merah bersama tabungan hasil jerih payahnya sebagai buruh tani. Hari ini, di usia yang tidak lagi muda, ia harus memulai hidup dari titik nol.
Mari ulurkan tangan kita untuk meringankan beban Inaq Suarni melalui form donasi di bawah ini.
